Tulis yang Anda cari

Minggu, 14 Maret 2010

Hari Raya Nyepi Di Bali


Hari raya nyepi, nyepi di bali, ogoh-ogoh, sejarah


Sejarah singkat hari raya Nyepi Di Bali

Bila Anda tinggal di Bali, pasti akan merasakan suasana Nyepi yang jarang ditemui di kota lain di Indonesia. Di Bali umat Hindu merayakan Nyepi secara serentak. Nyepi yang identik dengan suasana sepi dan gelap gulita ternyata mempunyai sejarah nya sendiri. Berikut Sejarah Nyepi:

Kita semua tahu bahwa agama Hindu berasal dari India dengan kitab sucinya Weda. Di awal abad masehi bahkan sebelumnya, Negeri India dan wilayah sekitarnya digambarkan selalu mengalami krisis dan konflik sosial berkepanjangan.

Pertikaian antar suku-suku bangsa, al. (Suku Saka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana dan Malaya) menang dan kalah silih berganti. Gelombang perebutan kekuasaan antar suku menyebabkan terombang-ambingnya kehidupan beragama itu. Pola pembinaan kehidupan beragama menjadi beragam, baik karena kepengikutan umat terhadap kelompok-kelompok suku bangsa, maupun karena adanya penafsiranyang saling berbeda terhadap ajaran yang diyakini.

Sejarah Nyepi Umat Hindu

Dan pertikaian yang panjang pada akhirnya suku Saka menjadi pemenang dibawah pimpinan Raja Kaniskha I yang dinobatkan menjadi Raja dan turunan Saka
tanggal 1 (satu hari sesudah tilem) bulan 1 (caitramasa) tahun 01 Saka, pada bulan Maret tahun 78 masehi.

Dari sini dapat diketahui bahwa peringatan pergantian tarikh saka adalah hari keberhasilan kepemimpinan Raja Kaniskha I menyatukan bangsa yang tadinya bertikai dengan paham keagamaan yang saling berbeda.

Sejak tahun 78 Masehi itulah ditetapkan adanya tarikh atau perhitungan tahun Saka, yang satu tahunnya juga sama-sama memiliki 12 bulan dan bulan pertamanya disebut Caitramasa, bersamaan dengan bulan Maret tarikh Masehi dan Sasih Kesanga dalam tarikh Jawa danBali di Indonesia. Sejak itu pula kehidupan bernegara, bermasyarakat dan beragama di India ditata ulang.

Oleh karena itu peringatan Tahun Baru Saka bermakna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional. Keberhasilan ini disebar-luaskan keseluruh daratanIndia dan Asia lainnya bahkan sampal ke Indonesia.

Kehadiran Sang Pendeta Saka bergelar Aji Saka tiba di Jawa di Desa Waru Rembang Jawa Tengah tahun 456 Masehi, dimana pengaruh Hindu di Nusantara saat itu telah berumur 4,5 abad.

Dinyatakan Sang Aji Saka disamping telah berhasil mensosialisasikan peringatan pergantian tahun saka ini, jüga dan peristiwa yang dialami dua orang punakawan! pengiring atau caraka beliau diriwayatkan lahirnya aksara Jawa onocoroko doto sowolo mogobongo padojoyonyo. Karena AjiSaka diiringi dua orang punakawan yang sama-sama setia, samasama sakti, sama-sama teguh dan sama-sama mati dalam mempertahankan kebenaran demi pengabdiannya kepada Sang Pandita AjiSaka.

Rangkaian peringatan Pergantian Tahun Saka
Peringatan tahun Saka di Indonesia dilakukan dengan cara Nyepi (Sipeng) selama 24 jam dan ada rangkaian acaranya antara lain :

1. Upacara melasti, mekiyis dan melis
Intinya adalah penyucian bhuana alit (diri kita masing-masing) dan bhuana Agung atau alam semesta ini. Dilakukan di sumber air suci kelebutan, campuan, patirtan dan segara. Tapiyang paling banyak dilakukan adalah di segara karena.sekalian untuk nunas tirtha amerta (tirtha yang memberi kehidupan) ngamet sarining amerta ring telenging segara. Dalam Rg Weda II. 35.3 dinyatakan Apam napatam paritasthur apah (Airyang murni baik dan mata air maupun dan laut, mempunyai kekuatan yang menyucikan).

2. Menghaturkan bhakti/pemujaan
Di Balai Agung atau Pura Desa di setiap desa pakraman, setelah kembali dari mekiyis.

3. Tawur Agung/mecaru
Di setiap catus pata (perempatan) desa/pemukiman, lambang menjaga keseimbangan. Keseimbangan buana alit, buana agung, keseimbangan Dewa, manusia Bhuta, sekaligus merubah kekuatan bhuta menjadi div/dewa (nyomiang bhuta)yang diharapkan dapat memberi kedamaian, kesejahteraan dan kerahayuan jagat (bhuana agung bhuana alit).

Dilanjutkan pula dengan acara ngerupuk/mebuu-buu di setiap rumah tangga, guna membersihkan lingkungan dari pengaruh bhutakala. Belakangan acara ngerupuk disertai juga dengan ogoh-ogoh (symbol bhutakala) sebagai kreativitas seni dan gelar budaya serta simbolisasi bhutakala yang akan disomyakan. (Namun terkadang sifat bhutanya masih tersisa pada orangnya).

4. Nyepi (Sipeng)
Dilakukan dengan melaksanakan catur brata penyepian (amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan).

5. Ngembak Geni. Mulai dengan aktivitas baru yang didahului dengan mesima krama di lingkungan keluarga, warga terdekat (tetangga) dan dalam ruang yang lebih luas diadakan acara Dharma Santi seperti saat ini.

Yadnya dilaksanakan karena kita ingin mencapai kebenaran. Dalam Yajur Weda XIX. 30 dinyatakan : Pratena diksam apnoti, diksaya apnoti daksina. Daksina sradham apnoti, sraddhaya satyam apyate.

Artinya : Melalui pengabdian/yadnya kita memperoleh kesucian, dengan kesucian kita mendapat kemuliaan. Dengan kemuliaan kita mendapat kehormatan, dan dengan kehormatan kita memperoleh kebenaran.

Sesungguhnya seluruh rangkaian Nyepi dalam rangka memperingati pergantian tahun baru saka itu adalah sebuah dialog spiritual yang dilakukan oleh umat Hindu agar kehidupan ini selalu seimbang dan harmonis serta sejahtera dan damai. Mekiyis dan nyejer/ngaturang bakti di Balai Agung adalah dialog spiritual manusia dengan alam dan TuhanYang Maha Esa, dengan segala manifetasi-Nya serta para leluhur yang telah disucikan. Tawur Agung dengan segala rangkaiannya adalah dialog spiritual manusia dengan alam sekitar para bhuta demi keseimbangan bhuana agung bhuana alit.

Pelaksanaan catur brata penyepian merupakan dialog spiritual antara din sejati (Sang Atma) seseorang umat dengan sang pendipta (Paramatma) Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam din manusia ada sang din /atrnn (si Dia)yang bersumber dan sang Pencipta Paramatma (Beliau Tuhan Yang Maha Esa).

Sima krama atau dharma Santi adalah dialog antar sesama tentang apa dan bagaimana yang sudah, dan yang sekarang serta yang akan datang. Bagaimana kita dapat meningkatkan kehidupan lahir batin kita ke depan dengan berpijak pada pengalaman selama ini. Maka dengan peringatan pergantian tahun baru saka (Nyepi) umat telah melakukan dialog spiritual kepada semua pihak dengan Tuhan yang dipuja, para leluhur, dengan para bhuta, dengan diri sendiri dan sesama manusia demi keseimbangan, keharmonisan, kesejahteraan, dan kedamaian bersama. Namun patutjuga diakui bahwa setiap hari suci keagamaan seperti Nyepi tahun 2009 ini, ada saja godaannya. Baik karena sisa-sisa bhutakalanya, sisa mabuknya, dijadikan kesempatan memunculkan dendam lama atau tindakanyang lain. Dunia nyata ini memang dikuasai oleh hukum Rwa Bhineda. Baik-buruk, menang-kalah, kaya-miskin, sengsara-bahagia dst. Manusia berada di antara itu dan manusia diuji untuk mengendalikan diri di antara dua halyang saling berbeda bahkan saling berlawanan.

Sejarah Nyepi

Kalau dituang dalam sebuah pantun boleh jadi sbb.:
Dengan bunga membuat yadnya,
melasti bersama pergi ke pantai.
Jika agama hanya wacana, kondisi
sejahtera – aman damai susah dicapai.

Maka agama harus dimengerti,
dipahami, dilaksanakan atau
diamalkan dengan baik dan benar.

Dharma Santi
Adapun Dharma Santi sebagai rangkaian akhir Nyepi merupakan hal yang wajib dilaksanakan, baik di lingkungan keluarga, warga dekat maupun warga bangsa.

Dengan Dharma Santi kita dapat saling memaafkan jika ada kesalahan atau kekeliruan yang pernah terjadi setidak-tidaknya dalam jangka waktu satu tahun sebelumnya. Di samping itu juga untuk berbincang-bincang perihal kehidupan bersama kita ke depan karena kondisi yang dihadapi akan semakin sulit dan semakin komplek, serba multi; multi etnis, multi dimensi, multi kepentingan, multi karakter dan multi kultural.

Oleh karena itu dharma Santi dapat dilaksanakan dimana saja dan kapan saja setelah Nyepi asal tidak lewat dari waktu kurang lebih sebulan sesudah Nyepi. Sangat baik kalau setiap habis hari raya keagamaan (bukan hanya pada Nyepi saja) diikuti dengan dharma Santi atau sima krama, atau secara spiritual seringjuga dilakukan jika ada upacara piodalan di Pura dengan “meprani”. Mesima krama, meprani atau dharma Santi merupakan ajang berdialog antar sesama tentang berbagai aspek kehidupan.

Karena Weda menyatakan “Wasudewa kutumbakan” (seluruh dunia adalah bersaudana). Atau sarwa asa mama mitram bhawantu (Jadikanlah seluruh penjuru dunia sebagai sahabat kami).

Untuk skup Bali, hal ini analog dengan konsep menyama braya yang perlu dimantapkan melalui dharma Santi. Jadi pergantian Tahun Saka adalah peringatan dari kebangkitan dan pembaharuan. Nyepi adalah renungan kesadaran untuk pengendalian diri. Dharma santi adalah dialog sesama demi keseimbangan hidup lahir bathin.

Rabu, 24 Februari 2010

Keindahan Bali

bali indah, bali tempat indah, bulan madu di bali, bali




Bali terkenal dengan keindahan pantainya,apalagi kuta seluruh dunia juga tahu,Pantai-pantai di bali termasuk 10 besar dengan keindahan pantainya di seluruh dunia.Bali juga terkenal dengan pulau seribu pura.....!!!

Sebagai warga bali pada khususnya sudah sepantasnya kita menjaga Bali tetap indah, nyaman dan aman.semenjak Bom meluluh lantakkan bali sejak tahun 2002,pariwisata bali menurun derastis,untuk memulihkan itu semua butuh waktu lama.Dan perlu adanya suatu promosi bahwa Bali saat ini sudah mulai aman...!

Marilah kita bersama-sama menjaga Bali agar tetap aman ..........

Kamis, 18 Februari 2010

Kindahan Nusa Penida bali

Nusa penida, tempat indah di bali, tempat indah di nusa penida



Nusa Penida adalah sebuah pulau (nusa) yang terletak di sebelah tenggara Bali yang dipisahkan oleh Selat Badung. Di dekat pulau ini terdapat juga pulau-pulau kecil lainnya yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Perairan pulau Nusa Penida terkenal dengan kawasan selamnya diantaranya terdapat di Penida Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point.

Nusa Penida dapat dijangkau dari Sanur dengan tarif penyeberangan sebesar Rp. 23.000 per orang, dari Kusamba dengan tarif sebesar Rp. 15.000 per orang. Sedangkan jika melalui pelabuhan Padang Bai sebesar Rp. 18.500 per orang dengan perahu.



Nusa Penida merupakan daerah kering dengan tekstur tanah berkapur. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani, nelayan dan buruh, dan lainnya sebagai pedagang.



Perkembangan sektor pariwisata masih didominasi di Nusa Lembongan, sementara di Nusa Penida masih belum berkembang sama sekali, hanya terlihat aktivitas snorkeling dan diving.

Selasa, 26 Januari 2010

NUSA DUA BALI





Nusa Dua adalah sarangnya hotel-hotel berkelas. Mulai dari Nikko, Grand Mirage sampe Sheraton ada disini. Hotel-hotel ini berlokasi di suatu kompleks yang memiliki sarana dan prasarana yang gila-gilaan. Kaya kota kecil.

Mulai dari pusat perbelanjaan, lapangan parkir, lapangan golf, pusat kebugaran, diskotik, restoran, bar dan banyak lagi. Semuanya standar internasional. Karena ada di dalam kompleks, duitnya juga ngikutin standar internasional. Kemana-mana mesti perhatikan dengan seksama soal harga. Kalo ngga, bangkrut dah....

Pantainya ngga begitu ramai. Hanya hamparan pasir putih, dengan satu dua turis yang lewat. Atau perahu yacht dan catamaran yang sesekali nampak ditengah laut. Dagang pun bisa dihitung jari. Harga-harga juga masih domestik, asalkan tidak di dalam lingkungan hotel.


hotel-hotel di nusa dua, nusa dua bali, keindahan nusa dua bali, nusa dua, honey moon di nusa dua

Kamis, 21 Januari 2010

KEINDAHAN BAWAH LAUT TULAMBEN


Karang, ikan, dan bangkai kapal (wreck) di Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem membuatnya jadi tempat menyelam yang disejajarkan dengan Wakatobi, Sulawesi Tenggara dan Bunaken, Sulawesi Utara.

Agar puas menikmati perjalanan di Tulamben, sebaiknya datang ke Tulamben sejak sore, atau paling tidak bermalam di sana. Sebab, kita bisa menikmati sun rise di selat Lombok tersebut. Desa Tulamben masuk Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali. Jaraknya sekitar 200 km dari Denpasar, atau 60 km dari ibukota Kabupaten Karangasem. Sebelah timur desa ini adalah selat Lombok, yang jadi tempat menyelam, dan sebelah barat kita bisa melihat Gunung Agung, gunung tertinggi di Bali.

Jaraknya yang jauh ini pun bisa jadi pertimbangan. Kalau berangkat pagi dari Denpasar, fisik kita sudah lelah karena lamanya perjalanan. Apalagi medan perjalanannya naik turun. Fisik yang lelah, tidak bagus untuk melakukan menyelam (diving). Masalah lain, kalau kita datang terlalu siang, visibility (jarak pandang) selama menyelam pun tidak bagus. Antara pukul 07.30-10.00 wita, visibility di Tulamben mencapai 25-30 meter. Kalau jam 10.30 ke atas tinggal maksimal 10 meter.

Hampir semua diver di Tulamben memulai penyelamannya di Puri Mada entry point. Selain karena ombak di lokasi ini relatif kecil, juga karena dekatnya tempat nyebur ini dengan wreck point. Lokasi penyelaman inilah yang membuat Tulamben terkenal. Wreck point hanya sekitar 15 meter entry point Puri Mada tersebut. Di lokasi ini, ada bangkai kapal Liberty milik Amerika yang tenggelam pada Januari 1942.

Sebelum mencapai tepat di atas bangkai kapal, sepuluh meter dari garis pantai, berbagai ikan sudah menyambut kedatangan. Ikan-ikan ini datang dalam bentuk bergerombol. Yang dominan bentuknya mirip tongkol cuma agak pipih. Jumlahnya ratusan, dan jinak. Mereka berenang dekat wajah kita. Ketika akan disentuh, gerombolan ikan ini berpencar untuk kemudian kembali bergerombol dan mendekati kita. Di kalangan penyelam dikenal dengan nama jack fish (Caran sexfasciatus). Melihat ke bawah, ada ikan seukuran jempol kaki orang dewasa memancarkan cahaya biru di bagian siripnya. Latar belakang pasir berwarna hitam membuat wara ikan itu menarik perhatian mata kita. Ikan ini dikenal dengan nama ikan neon, karena cahayanya yang mirip neon itu tadi.

Eksotisme ikan-ikan yang berenang itu, tentu saja menarik untuk dilihat. Tapi ingat, bangkai kapal (wreck point) adalah tujuan utama. Kita tinggal berenang lebih ke tengah dan amati baik-baik di bawah. Kita akan melihat buritan kapal yang tenggelam akibat ditembak terpedo milik Jepang pada perang dunia I tersebut. Bagian paling atas kapal ini hanya sedalam tiga meter dari permukaan. Kedalaman di tempat ini maksmimal 30 meter.

Kapal ini membujur utara-selatan. Panjangnya 120 meter. Bangkai kapal ini sudah dipenuhi tumbuhan-tumbuhan laut. Penyelam biasanya masuk dan menikmati bagian dalam kapal. “Di bagian bawah kapal, melihat ke permukaan dengan ribuan ikan di sekelilingnya adalah sensasi yang tidak akan kamu temukan dimana pun,” kata Pariama Hutasoit, wartawan media pariwisata yang biasa menyelam.

Di sekeliling kapal ini ikan yang bisa ditemui adalah ikan beo, roditence, mola-mola, stringray, gorgonian, sea fans, bahkan yang berukuran dua meter, napoleon (Cheilinus undulatus). Ikan ini termasuk jarang ditemui di tempat lain. Di Bali hanya terdapat di Tulamben. Ada juga ikan seukuran mujahir bergaris-garis kuning di tubuhnya. Ikan ini berenangnya cepat dan sensitif gerakan. Kalau ingin menikmatinya, kita harus mempertahankan bouyancy (keseimbangan tubuh ketika berenang).

Selsai menikmati wreck point, poin kedua yang tidak kalah menariknya adalah drop off point. Menariknya tempat ini karena bentuknya yang seperti tebing. Sekitar 10 meter dari garis pantai, kita akan mendapatkan bentuk dasar laut yang tiba-tiba curam dan dalam, sekitar 70 meter. Lalu di dinding tebing itu berbagai bentuk karang menari-nari terkena arus.

Sayangnya, kondisi karang di poin ini terlihat sudah rusak. Di beberapa titik, puncak terumbu karangnya patah. Tumbuhan lautnya, yang mirip semak kalau di hutan, juga tidak sebanyak di Pulau Menjangan, misalnya.

Tulamben sendiri merupakan tempat menyelam yang relatif baru, mulai sekitar 1994. Kawasan ini mulai dikenal setelah Mimpi Resort membuka cabang di sana. Mimpi memang intens di wisata selam. Menurut Nyoman Widiarsana, Operation Manager Mimpi Resort Tulamben, 90% tamunya adalah wisatawan yang diving. Sisanya baru trecking atau hiking ke Gunung Agung.

Enaknya diving di Tulamben, dibandingkan Pulau Menjangan atau Pulau Nusa Lembongan, adalah karena lokasinya yang tidak terlalu dalam, dan tidak usah naik boat. Kita bisa langsung nyebur dari pantai. Wreck poin, dalamnya hanya sekitar 15-30 meter. Bandingkan dengan wreck poin di Pulau Menjangan yang mencapai 40 meter.

Tempat menginapnya juga lebih murah. Ada yang hanya Rp 50 ribu per malam, misalnya di Hotel Puri Mada, yang lokasinya jadi entry poin. Namun kalau mau mahal, bisa di Mimpi Resort yang minimal US$ 80 per malam. Karena mahalnya itu, 90% tamu yang menginap di Mimpi Resort berasal dari wisatawan asing. Ada juga Tauch Terminal yang dikenal sebagai tempat mangkalnya tamu dari Jerman. Jonathan Schaber, misalnya, mengaku tinggal seminggu di Tauch Terminal bersama enam kawannya dengan tarif US$ 50 per malam. Dia tahu tentang Tulamben setelah buka-buka internet tentang Tulamben. “Saya ke sini karena tertarik dengan wreck poinnya,” aku pemuda 24 tahun yang siang itu sedang di restoran hotel bersama teman-temannya.

Atau kalau mau murah, kita bisa berangkat pagi dari Denpasar sekitar pukul 05.30 wita. Saba Dive Operator misalnya, hanya mengenakan Rp 250 ribu-300 ribu untuk dua kali diving. Harga itu, menurut Gede Sateb, manager Saba, sudah termasuk alat menyelam, makan siang, transport, dua kali diving, dan guide. Hanya kalau berangkat pagi dari Denpasar, kita tidak bisa menikmati sun rise di Tulamben yang juga memikat itu tadi.
diving di tulamben, tulamben, tempat indah di tulamben, menyelam di tulamben

Minggu, 17 Januari 2010

WISATA ARUNG JERAM TELAGA WAJA



Arung jeram telaga waja, wisata arung jeram, telaga waja, tempat indah di bali

TELAGA WAJA,RENDANG

Telaga Waja adalah sungai yang terletak di Desa Rendang, Kecamatan Rendang. Sungai ini sangat bagus untuk kegiatan arung jeram. Airnya jernih dan banyak lekuk dengan bebatuan besar sepanjang aliran sungai. Kegiatan arung jeram ini akan menguji nyali Anda untuk menaklukan tantangan alam ini.

Pemandangan sepanjang sisi sungai sangat mengagumkan dengan udaranya yang sejuk. Bagi mereka yang ingin mencoba tantangan arung jeram Telaga Waja akan menghadapi tingkat II dan tingkat III, juga bersebelahan dengan tingkat IV. Di tengah perjalanan, Anda akan menyaksikan air terjun yang mengagumkan.



Telaga Waja merupakan sungai yang memiliki aliran air yang tetap kontras dengan sungai Ayung yang dalam dan “tajam”. Ekspedisi Telaga Waja dimulai dari lembah terbuka Desa Rendang.

Anda dapat menyaksikan keindahan pemandangan di dibawah aliran air terjun jernih yang menakjubkan. Di kejauhan, anak-anak desa bermain di sungai dan para petani bekerja di sawah.

Titik awal arung jeram adalah Desa Rendang, sementara titik akhirnya di Desa Muncan. Pada titik akhir Anda bisa mandi untuk membersihkan badan. Selanjutnya Anda dapat menikmati sarapan pagi sambil menyaksikan pemandangan Bali yang mengagumkan dari restoran

Kamis, 14 Januari 2010

BERWISATA KE GOA GAJAH




Goa gajah tidak terlalu jauh dari ubud atau monkey forest ke arah timur.

Sebuah lokasi wisata yang terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, sekitar 27 km dari Denpasar. Goa gajah berasal dari kata Lwa Gajah, sebuah kata yang muncul pada lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M. Dibangun pada abad ke-11 M, pada saat Raja Sri Astasura Ratna Bumi Banten berkuasa. Goa ini dijadikan sebagai tempat pertapaan, yang dibuktikan dengan adanya ceruk-ceruk di dalam goa. Selain itu di sekitar goa juga terdapat kolam pertitaan dengan tujuh patung widyadara-widyadari yang sedang memegang air suci. Total patung ada tujuh, tetapi sekarang jumlahnya tinggal enam saja, satu patung dipindahkan ke lokasi lain, akibat gempa beberapa tahun yang lalu. Enam patung ini merupakan symbol dari tujuh sungai suci di India, yang merupakan tempat kelahiran agama Hindu dan Budha.



wisata ke goa gajah, goa gajah, ubud bali, wisata ke goa